Monday, January 16, 2006

Dan Kapal-kapal Itupun Pergi

Dan Kapal-kapal Itupun Pergi 1

aku melihatmu tertatih menyeberangi danau airmata, menggendong bocah yang tak lagi bernyawa.
lentera matanya tlah lama redup, menyambut senyum sang malaikat maut. lalu padam dan hilang.
riak-riaknya tak lagi berkerlip bercahaya. hanya pantulan bayang-bayang luka dari goresan ketakberdayaan. dan sungai airmata yang menjelma menjadi telaga darah.

bocah mungil dengan perut yang kalah bertempur. hidup lama dalam cengkraman lapar yang menusuk-nusuk bagai tusukan sangkur.

aku melihatmu terduduk lemah, ibu. tak lagi sanggup tuk memapah.
o, betapa lelahnya memasung tubuh

dan penat pun membuatnya rubuh...

ah nak,
ini ibu tengah terjerat di telaga darah
kelopak mata ibu telah lama kerontang parah
ibu tak sanggup lagi mengantarkanmu ke seberang
namun ibu kan temanimu pulang ke Pangkuan

nak,
kita telah dijemput Kapal Raja
ini ibu kan temanimu serta
berlayar kita di atas danau airmata
berlayar tinggalkan nestapa, yang pernah menjadi teman setia


tak kan ada lagi perih dan tangismu di sana
tak kan ada lagi yang melukai dan menyakiti
tidak,
tak kan lagi ada...


bdg, 14 januari '06

0 Comments:

Post a Comment

<< Home