Sunday, December 11, 2005

Dan Rinduku Pun Gugur

Dan Rinduku Pun Gugur

pada tatap bola matamu, gemuruh rinduku berguguran satusatu
tanpa mampu kutebak, tanpa mampu kutolak
dan kubiarkan ia menari malu-malu di antara jemari kurusku

kini hanya puing angin yang tersisa di senyum terakhirnya
dan terbangkan kertas yang menyimpan kisah-kisah lama
: jauh... jauh... jauh...
hingga pandanganku luluh seiring dengan waktu yang kian meluruh


bdg, 10 des' 05


Dan Rinduku Pun Gugur 2

berada dalam labirin sunyi, membuat lidahku terbata-bata mengeja bait diri, karena huruf-huruf mati berserakan di sana-sini
dan ketika bayang wajahmu menerpa sepi, ada kepahitan tergambar di irisan mata itu, mata yang cahayanya meredup di antara tirai-tirai kabut
kucoba gerakkan tanganku, menyentuhnya perlahan dengan jemariku, coba tuk nyalakan lagi lenteramu yang hampir berlalu

tanpa kusadari... rinduku pun gugur dalam tatap sendumu, berderai di antara patahan angin dan dedaunan layu, hingga purnama terakhir berlalu dari senyummu


bdg, 11 des '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home