Tuesday, December 13, 2005

Anak Kecil dan Payung Hitam

sesuatu yang istimewa menyentuh perasaanku dari lembaran kisah itu
: tatap bening seorang anak kecil penjaja payung
wajah tirus dengan sepasang kaki mungil yang berlari ke sana ke mari
dan suara parau yang sibuk menawarkan payung tua tanpa henti setiap hari

tak kauhiraukan tangan mungilmu yang gemetar di sela gigitan angin
dan gemeletuknya gigimu di balik selimut harap yang terus menggigil dingin

hingga suatu saat rintihan senja datang menyapa
kisah biasa menjelma menjadi tak biasa
langkah kakimu tlah kaku di trotoar jalan raya
terbungkus derai airmata hujan sebuah kota
dan payung tua yang terlempar di jarak entah

mobil mewah tlah torehkan cerita duka
tatap beningmu tlah pergi bersama senja
dan tetes keringatmu itu... membekas di airmata bunda...


bdg, 13 des '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home