Monday, October 31, 2005

Sajak-Sajak I'tikaf 1

Tutuplah Kedua Mataku
oleh: N. Kirana

tutuplah kedua mataku ini, ya Allah
agar ku larut dalam kesyahduan tiupan angin malam ini
dan desah tasbih bintang-bintang yang berkerlip mesra di langit gulita
juga sinar rembulan yang bersholawat tanpa henti di setiap selendang kuningnya

tutuplah kedua mataku ini, ya Allah
agar kurasakan indahnya senyum nadi yang berdenyut perlahan karena Nama-Mu
dan degup jantung yang bersenandung merdu lantunkan puji untuk-Mu
hingga tabir langit terkuak pancarkan keindahan cahaya Cinta-Mu di antara celah-celahnya

dan biarkanlah, ya Allah,
di sini tubuhku luluh dalam getar simpuh
hingga segala kehinaanku hanyut dalam Tatap Cinta-Mu

ya Allah,
tutuplah kedua mataku ini
tutuplah kedua mataku ini...


bdg, 24 okt '05


Tenggelamkan Aku
oleh: N. Kirana

tenggelamkanlah aku, duhai Rabbi, ke dalam Samudera Cinta-Mu
agar segala benci hilang dari dalam dadaku
dan segala dendam hanyut dalam Lautan Maaf-Mu
dan zarrah-zarrah keangkuhanku luluh terbakar dalam Pijar Matahari-Mu


bdg, 25 okt '05


Hapuskanlah Airmataku
oleh: N. Kirana

hapuskanlah tetes airmataku, ya Allah,
karena lautan khilaf yang selama ini menenggelamkanku
hingga hitam jiwaku terselubung selimut lumpur dosaku
hingga pijar iman tak lagi benderang menyala seperti awalku dulu

hapuskanlah tetes airmataku, ya Ilahi
karena gunung keangkuhanku yang terpijak tegap dalam dada ini
hingga Jubah Kabir-Mu sirna dari hati ini
hingga Air Cinta mengering tanpa bunyi

hapuskanlah tetes airmataku, ya Rabbi
agar Langit Rinduku bercahaya kembali
agar kesunyianku tak lagi sepi
dan Taman Cintaku tak lagi mengering pedih

ya Ilahi,
hapuskanlah tetes airmataku...


bdg, 26 okt '05


Tasbih Ombak di Laut Cinta
oleh: N. Kirana

Tuhanku,
hatiku yang tandus kini bersemi kembali karena Bunga Cinta-Mu
airmataku yang menetes kini mengering karena usapan lembut Jemari-Mu
ombak-ombakku kini berkejaran tanpa sepi di Lautan Cinta-Mu
temani karang dan buih yang asyik bertasbih karena Kasih Sayang-Mu


bdg, 27 okt '05


Tertatih Di Jalan Cinta
oleh: N. Kirana

Tuhanku,
kuketuk Pintu Cinta-Mu
yang bercahaya tanpa henti getarkan Arsy Qalbu para Perindu
meski selimut hina masih setia berkawan denganku
meski qalbu seakan tanpa henti menduakan-Mu

Tuhanku,
inilah aku, yang tertatih berjalan mengembara di Jalan Cinta-Mu
dan mengharap Dekapan Ampunan-Mu dalam Lautan Rahmat-Mu...


bdg, 28 okt '05


Meski Penat
oleh: N. Kirana

duhai Rabbku,
kepak sayap-sayapku terasa begitu penat. betapa makin penat. dan o, terasa kian penat. namun ku tak ingin berhenti mengepakkannya dalam mengarungi Langit Cinta-Mu ini, ya Ilahi, hingga tubuhku sepenuhnya luluh terbakar dalam Matahari Cinta-Mu...


bdg, 29 okt '05



Masihkah Ada Waktuku
oleh: N. Kirana

denyut malam bergema di setiap atom bumi
temani angin yang bertakbir hingga ke lorong-lorong sunyi
dan sinar rembulan yang malu-malu bersembunyi
hantarkan airmata hina sang diri mengetuk Pintu-Pintu Arsy

ya ilahi, masihkah ada waktuku tuk tenggelam dalam Lautan Rahmat-Mu ?...


bdg, 30 okt '05


Lepaskan Belenggu
oleh: N. Kirana

ya Tuhanku,
kepingan airmataku membatu di sajadah lusuh ini, menggores cerita hina seorang hamba yang sering tak tahu diri
entah sudah detik ke berapakah hati tenggelam dalam magma keangkuhan diri, tak sanggup ku tuk menghitungnya lagi
Jubah Kabir-Mu tlah lama terhapus dari hati ini, ya ilahi, terhanyut dalam nikmat dunia yang menjeruji

ku ingin lari berpaling dari semua ini, ya Allah, di sisa-sisa nafas yang masih tersisa ini
dan kuatkanlah tapak-tapak penatku, ya ilahi, agar belenggu ini terlepas bebas hantarkan jiwaku terbang menuju Langit Maha Luas


bdg, 30 okt '05


Biarkan Aku Di Sini
oleh: N. Kirana

ya Tuhanku,
biarkanlah aku di sini, bersimpuh dalam kesunyian malamku
dalam detik-detik hidup yang masih tersisa bagiku
dan denyut nadi yang bergema di setiap sungsum jiwaku
agar dapat kunikmati keindahan Cahaya Rindu yang tersembunyi di sinar separuh purnama itu, duhai Rabbku,
dan nyanyi sendu semilir angin yang bersholawat tanpa henti menerpa lembut pepohonan dan dedaunan di taman hatiku

ya Tuhanku,
biarkanlah aku di sini, bersimpuh dalam kesunyian malamku
agar dapat kusaksikan lentera-lentera qalbu para Perindu menerangi seluruh alam
hingga bergetar semesta Arsy Cinta di langit ke tujuh


bdg, 31 okt '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home