Wednesday, October 12, 2005

Nasib Petani

tubuh merenta, memakai topi tua, menyapa senja

sawah terbentang di depan mata, tak seluas hati yang simpan lautan tanya, tak sehijau lumut yang memeluk erat batu-batu bata
wereng larut dalam kenyang perut, tikus asyik hingga liur memercik, hujan tak kunjung datang bertandang
kerontang tanah mencumbu kaki, retak pematang menyambut sepi, sawah tandus menjemput pedih

yang tersisa kini tanggul airmata dalam danau-danau lara


bdg, 12 okt '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home