Saturday, September 03, 2005

Dari Jendela Hatiku

Suamiku sayang,

Bersamaku kuajak engkau meniti jalan Cinta ini, jalan yang sangat tipis dan sehalus sutra, penuh liku duka dan bahagia. Bersama kita bergandengan tangan, Sayang, bergenggaman erat satukan jari-jemari kita, hingga denyut Cinta terasa mengalir indah ke setiap sumsum jiwa. Kepakkan sayap-sayap Rindu kita berdua, Sayang, arungi segala pusaran waktu menuju Sang Rindu. Karena kau tahu, Sayangku, jalan yang sedang kita tapaki bersama ini betapa penuh dengan duri. Duri-duri yang sangat tajam, yang senantiasa menanti tapak-tapak kaki kita untuk dilukai, dibuat nyeri, dibuat perih dan pedih. Duri-duri yang selalu mengintai tangan dan tubuh kita untuk disakiti. Duri-duri yang menanti telaga bening di kedua bola mata kita ini luruh satu demi satu basahi pipi. Duri-duri yang sesungguhnya merupakan sahabat kita, Sayang, di saat kaki kita tertatih-tatih penat di jalan Cinta ini. Tatih penat demi meruntuhkan ego kita dalam mengarungi biduk Cinta kita berdua. Tatih penat demi membangun istana Cinta di Langit Cahaya.

Sungguh, Sayangku, semua ini semata karena Cinta Dia -Sang Cinta-.


bdg, 2 september '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home