Monday, August 22, 2005

Tatap Teduh Rasul

di dua pertiga malam terukir garis-garis wajah perindu, yang berkelana ke lorong-lorong qalbu. sendu, menyimpan getar-getar Rindu. ribuan abad Rindu ditempuh, lewati sauh demi sauh, terdengar bersama angin subuh.
debur-debur laut seakan lebur, menyatu dalam tatap syahdu, hingga dahi-dahi tersungkur. bawa sungai magma Cinta, dari kawah-kawah Cahaya, hanyutkan luka di setiap keping airmata.

tatap teduhmu, ya Rasul, luluhkan setiap gunung dan langit es yang membatu, menyatu dalam samudera qalbu.


bdg, 19 agustus '05
05.27

0 Comments:

Post a Comment

<< Home