Wednesday, August 10, 2005

Semua Hanya Demi Hidup

bola matamu menatap dinding-dinding sunyi pada gedung-gedung tinggi, menyapa angin yang berhembus letih di padang-padang tandus.
telah separuh hari kau habiskan dalam peluhmu, bersama tapak mungilmu yang menjejak tanpa henti di ganasnya hidup.
seonggok tas tua yang menyimpan lautan cerita bergelayut setia di bahumu, menyisakan gurat-gurat penat yang tak pernah surutkan semangat.

kauhantarkan impianmu terbang bersama sayap waktu, hanyutkan hari-harimu dalam genangan peluh, lupakan detik-detikmu tanpa derai manja di pelukan ayahbunda.
saat-saat bermainmu tlah tercabut dari sang waktu, tenggelam dalam lautan debu di jalan-jalan penuh liku, dan pergi tinggalkanmu dalam jutaan tanya yang jawabnya kau sendiri tak pernah tahu.

kaulah yang setia temani bara mentari yang menggigit tanpa henti, hingga senja demi senja datang hanyutkan segala impi.

dan kau lakukan semua itu demi keluargamu, demi adik-adikmu, dan demi hidupmu.

ya, semua hanya demi hidup, demi hidup, demi hidup.


bdg, 10 agustus '05

~ untukmu, anak penjual koran di bawah lampu-lampu jalan ~

0 Comments:

Post a Comment

<< Home