Thursday, August 04, 2005

sajadah biru itu kini mengungu

lembayung di langit senja telah menenggelamkan wajah tirusmu, kak, yang terus hanyut dalam putaran waktu, bagai kunang-kunang yang merayap tanpa lampu. senyum teduhmu yang pernah setia mengisi hari-hariku kini tlah tiada, kak, semenjak sayap Izrail mengunjungi ruhmu seminggu yang lalu.
dan kelepak hatiku pun kini mengungu. dan terus mengungu. seiring desau dedaunan yang terus berjatuhan layu, menghantarkan huruf-huruf kenangan yang perlahan membeku, di dalam pilu.

ah, kak, sajadah birumu tak lagi biru. ia kini tlah mengungu.


bdg, 3 agustus '05

~ untukmu, kakak di ujung jalan itu ~

0 Comments:

Post a Comment

<< Home