Thursday, August 25, 2005

Elegi untuk Sahabat VII: Cerita dari Sudut Kamar Hati

kemarin kutemukan kepingan sayap patah di antara dedaunan yang jatuh berguguran di sudut halaman rumah hatimu. ada goresan-goresan luka yang masih basah oleh merahnya darah. sebagian luka tampak sudah mulai mengering, seiring dengan angin waktu yang berhembus ke sana ke mari tanpa henti. sementara di sudut kamar hati lain ada setangkai melati putih yang di ujungnya terikat namamu dengan daun hijau yang melingkar basah oleh tetesan embun. hati yang pernah kaubiarkan menunggu dan menunggu, namun masih tetap setia berjalan mengarungi lorong-lorong waktu.

mengapa tak kaubiarkan ia datang mengobati kepingan sayapmu yang patah terbelah dan pecah berserakan tak menentu?


bdg, 23 agustus '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home