Wednesday, August 24, 2005

Elegi untuk Sahabat VI: Kebimbanganmu

" aku tak kan pulang, " lirihmu di sampingku. matamu menatap kosong ke langit biru. tak ada awan di sana.

" kenapa? tidakkah kau rindu kepadanya, kepada mereka? " tanyaku perlahan, tak ingin mengusik hatimu.

" bukan begitu, tapi... "

kau tak meneruskan. membiarkan kalimatmu menggantung. hanya desah nafas panjang yang menyambung ucapanmu.

lalu perlahan kau bangkit, melangkah dalam bisu, menyambut sapa angin senja yang menerpa lembut wajahmu, dan keringkan butir-butir telaga bening di sudut matamu.


bdg, 22 agustus '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home