Wednesday, August 31, 2005

Biarkan Ombakmu Tetap Berkejaran

awan putih tipis bergeser tanpa lelah dalam dekapan langit biru, asyik bercengkerama dengan matahari yang melemparkan selendang-selendang cahayanya hingga ke sudut-sudut rumahmu. kepak camar pun seakan berkejaran bersama angin, terbang ke sana ke mari hilangkan lara hati, bernyanyi di antara gelora laut yang menghempas tanpa henti.

namun, mengapa ada telaga bening menggenang di kedua bola matamu? di dalamnya kulihat ada jembatan tipis pelangi harapan yang terusung lama dalam tandu, penantian akan kapal nelayanmu yang tak kunjung datang tuk melempar sauh dan berlabuh.

seperti butir-butir pasir di pesisir laut biru, yang menyimpan kisah cinta buih yang tersisa di bebatuan karang itu, biarkanlah ombak demi ombakmu tetap berkejaran di pantai ini. mencumbu kedua kakimu yang tak jua beranjak pergi. meski sunyi, meski sendiri. membawa pergi pelangi yang terusung lama dalam tandu hati, hingga hanyut dalam malam demi malam yang selalu datang menghampiri.

biarkan ombak demi ombakmu tetap berkejaran di pantai ini, menanti tanpa henti kepak layar terkembang di ujung sauh yang kan datang berlabuh di sini. meski sunyi, meski sendiri.


bdg, 30 agustus '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home