Monday, July 18, 2005

Elegi untuk Sahabat V : Aku Masih Menemanimu

matahari tlah lama tenggelam saat kau kumpulkan puing-puing takdir yang pecah berserak tak menentu. setengah jiwamu tlah terbelah, retak, seiring dengan berkepingnya sayap jiwamu yang pernah datang menyapaku. kutatap lekat manik matamu, yang menyimpan danau-danau kasih yang mulai pergi, menyambut sunyi. tinggalkan aku dalam pilumu, satu-satu. sementara kipas-kipas awan lembut masih menguntai rindu, bernada sendu. desah angin malam masih merenda benang cinta, yang perlahan mulai mengabu, di dalam beku. derai sendumu menjala di jiwaku, mengiringi langkah-langkahmu, yang perlahan lenyap dalam bisu.

aku masih di sini. dan selamanya tetap di sini. menemani denting dawaimu hingga kau hanyut dalam kisaran waktu. hingga kepak sayap cintamu kembali terbang bersama langit biru.


bdg, 17 juli '05

~ untukmu sahabat, yang tak berdaya menatap sebuah Keniscayaan ~

2 Comments:

Anonymous me said...

my dear na,
kamu masih tetap ayu seperti 12 tahun yg lalu. aku yang masih menggenggam cinta untukmu diam-diam sampai sekarang......
ME

8:37 PM  
Blogger kirana said...

wah oom, oom ini siapa ya ?? 12 tahun yang lalu ? saya nggak tau ni... :( di unpad juga kah ? atau di mana ?

5:28 PM  

Post a Comment

<< Home