Thursday, July 14, 2005

Elegi untuk Sahabat IV : Perginya Sang Pipit


" akhirnya... kubiarkan semua itu berlalu, " kata sang pipit mungil kepada dirinya sendiri. " karena kusadari, malam dan siang kan terus berganti. detik demi detik kehidupan kan terus kulalui. suka duka selalu mengiringi. tetes sedih dan bahagia setia menemani. karena dalam merangkai cita kan senantiasa membutuhkan airmata. karena dalam merindui dan menyayangi kan senantiasa disertai duka bahagia. dan kuarungi terus lautan Cinta. dengan sayap-sayap papa. hingga kutemukan dahan untukku melepas gulana. "

dan gadis itupun menitikkan airmatanya. menatap kepergian pipit gereja yang tengah lara. hingga menghilang di balik tatap sinar sang surya. hanyut dalam untaian sungai Rheine di batas senja.

" wahai pipit mungilku, teruskanlah perjalananmu. sambutlah hari-harimu, yang menjanjikan berjuta Senandung Merdu... "


bdg, 13 juli '05
17.47

~ untukmu sahabat, yang merindu Telaga Kautsar ~


0 Comments:

Post a Comment

<< Home