Wednesday, July 13, 2005

Elegi untuk Sahabat III : Menuju Kota Sunyi


engkau terlunta di jalan terjal ini. terseok mendaki jalan licin ini. tertatih di jalan berduri ini. menapak di padang tak berjejak. melangkah penat di sahara tandus penuh bara. coba tuk kumpulkan keping-keping puzzle misteri menuju kota sunyi. kota sunyi yang menyimpan Rahasia Cinta Terindah, diapit lembah sunyi dan gunung-gunung sunyi. berpayung Rindu dengan istana Pelita Qalbu. kota sunyi yang menyiratkan Samudera Cinta Teragung, setia berkawan dengan lengking syahdu Seruling Sangsay hati. sunyi yang tak pernah sepi. sunyi yang bukan sendiri. sunyi yang Terindah, yang pernah engkau temukan dan arungi. sunyi yang Menggetarkan setiap dawai qalbu Perindu.
langkah demi langkah tatihmu terus terangkai. mengukir malam penuh kerlip indah bintang. melukis pelangi cahaya di lembah sunyi. bulir airmatamu bagai untaian sungai mutiara jiwa. butir doamu melukis permata di laut qalbu. kepedihan, kedukaan, tlah bersahabat mesra denganmu. itulah jemari Sang Cinta. yang senantiasa terulur ke arahmu. mendampingimu. dengan lautan misteri tak terperi. rasa sakit meruntuhkan istana baja keangkuhanmu kan diganti-Nya dengan Cinta. Cinta yang tak pernah sepi. Cinta yang tak pernah sendiri. Cinta yang Terindah, yang pernah engkau temukan dan arungi.


bdg, 13 juli '05

~ untukmu sahabat, yang merindu Telaga Kautsar ~

0 Comments:

Post a Comment

<< Home