Friday, June 10, 2005

Telaga Bening di Sudut Matanya


semalam ia berkata kepada dinding-dinding bisu di kamarnya
bahwa ia tlah penat menanti dan menanti semua impi
" bagai kisah yang tak pernah memiliki akhir, " katanya

semalam ia berbisik kepada angin malam dingin yang menyusup belulangnya
bahwa bintang itu terlalu jauh untuk ia petik dan ia bawa pulang
" bagai pungguk merindukan rembulan, " katanya

lalu perlahan ia menyeka telaga bening di sudut matanya...


bdg, 25 mei '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home