Wednesday, June 01, 2005

Seruling Kematian

seonggok mata hampa, lengang menatap dari jendela
jasad terbujur kaku, terkubur dalam badai salju
karena semalam Izrail datang mencumbu

tangis awan-awan bisu, terbungkus langit kelu
lidah tlah kaku, dalam syahadat yang tereja beku

rintihmu... pilu, mendera semesta
bagai gada menghantam asa
ada benteng terkoyak-koyak di sana
lalu runtuh, tanpa sisa...


bdg, 30 mei '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home