Monday, June 06, 2005

Matahari Belum Tenggelam

senandung malam tanpa bulan, membisikkan seuntai asa semalam
berkata pada diri yang dibalut kehinaan,
bercermin pada laut keangkuhan
" jangan pernah terhenti tapak-tapak penat kakimu, sebab Kekasih Jiwa masih menanti di sungai airmata "

sepanjang mata memandang, rumah bagai kaca-kaca terpajang
segumpal kepedihan merayap menggores lukisan malam
terdengar lirih lengking kematian
" jangan pernah terhenti sayap nafas di kelopak-kelopak harimu, sebab Kerjap Cinta masih setia menanti di pintu senja "

dan lihatlah, Mataharimu Belum Tenggelam...


bdg, 6 juni '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home