Wednesday, June 01, 2005

Ia yang Menanti


seperti butir-butir pasir di laut biru, yang setia menemani anggukan ombakyang menderu
ia ungkap kata-kata beku dalam pelukan langit biru, bertanya dalam kebisuan senja yang mulai berselimut
" mengapa kau tak jua muncul di hadapanku, pijakanku kian hampa membelenggu
namun jari-jemariku masih terus mengukir garismu... , " ungkapnya sendu

seperti butir-butir pasir di laut biru, yang setia menelan waktu di antara nafas angin dan kepak sayap hujan
ia mulai bangkit berdiri dan melangkah perlahan dalam bisu, meninggalkan garis kerinduan di kanvas pasir yang beku
" mengapa kau tak jua pulang membawa bidukku, ombakku masih tetap indah seperti dulu
datanglah... dan berlabuhlah di pantai sunyiku, dengan denting dawai yang sama seperti yang kau bawa dahulu..., " bisiknya ditelan deru bayu

dan perlahan bayangan tubuhnya menghilang ditelan gelapnya malam...


bdg, 26 mei '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home