Tuesday, May 24, 2005

untuk Sahabatku


wahai dedahanan dan dedaunan yang asyik bercanda di bawah cahya rembulan
wahai angin laut yang mengangguk-anggukkan setiap deburan
bawalah pesan hatiku untuk sahabatku
yang tengah setia menanti, menanti, dan menanti di kanvas cakrawala itu

ah, sahabatku
senyum hambarmu begitu menyentuh hatiku
kepasrahanmu menemani hanyutnya biduk kecilku
tatap matamu seakan hampa dan memenjaraku

dan... ah, telaga itu mulai menggenang lagi di sudut matamu...

duhai, sahabatku
marilah genggam erat jari-jemariku
hapuskan air matamu dengan air mata Cinta-Nya

dan... ah, ku hanya mampu menatap bening matamu lekat dalam bisu
sebab,
tiada lagi yang mampu kuurai dalam diamku...


bdg, 22 april '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home