Wednesday, May 25, 2005

Kemarin aku masih melihatmu di situ


kemarin aku masih melihatmu di situ... baju kumal dengan wajah lusuh kehitaman
terkadang suling tuamu kau senandungkan
hingga bulu tengkukku kau buat meremang

kemarin aku masih melihatmu di situ... duduk lemah dengan tangan sedikit menengadah
mengharap belas kasih setiap yang lewat
meski kadang hujan deras menerpamu, mengguyurmu
membuat tubuh rentamu menggigil, hingga bibirmu keriput membiru

kemarin aku masih melihatmu di situ... dengan kopiah tua yang sudah nampak usang
namun, pagi ini ketika ku lewati tempatmu... kau sudah tak nampak lagi di situ
beberapa orang berkata semalam kau telah berlalu
tergolek meringkuk dalam pagut bisu
basah kuyup hujan melekat membalut tubuh rentamu
menemanimu menyambut senyum al-maut di malam beku...

ah, kek
kemarin aku masih melihatmu di situ...


bandung, medio mei '05
- untukmu kakek peniup seruling bambu -

0 Comments:

Post a Comment

<< Home