Friday, May 13, 2005

kau tak tahu...


kau tak tahu, jiwaku terluka...

ketika kau injak-injak sawah mungilku
yang tlah kurawat hati-hati separuh masaku

kau tak tahu, jiwaku terluka...
ketika kau hancurkan benih-benih padiku
yang mulai menghijau satu-satu

kau tak tahu, jiwaku terluka...
ketika kau bakar padi-padi suburku
yang hanya sepetak itu

kau tak tahu, jiwaku terluka...
ketika kumohon setetes air pelepas dahaga
tapi kau balas dengan ini semua...

kini, kucoba punguti satu... satu...
bulir padi yang mungkin masih bisa kutemu
benih padi yang mungkin masih bisa tumbuh

kini, kucoba lagi semua tetes keringat payahku
tuk kutanam dan kurawat sawahku lagi,
di sisa-sisa masaku

kuharap
masih ada waktuku...


bdg, 13 mei '05

0 Comments:

Post a Comment

<< Home