Thursday, November 11, 2004

di antara deru-deru beku


engkau terseok di antara deru-deru beku. baju lusuh, membungkus keriput kulit yang melilit. pilu. sepilu hatiku yang hanya mampu menatapmu kelu.
seonggok mata senja penuh harap bergelayut di wajah kuyu. menembus dinding besi kelabu. bisu. luluhkan langit hingga bekukan salju.
ingin kupetik matahari cinta untukmu, agar tangismu berlalu. dan tenggelam kau dalam tawa senjamu.
tiba-tiba keretaku bergerak. dan terus bergerak. berlomba dengan waktu yang berdetak.
kian lama kian cepat. makin cepat. tinggalkan gurat-gurat penatmu hingga hilang kelebat.


essen, 11 nov '04

0 Comments:

Post a Comment

<< Home