Sunday, June 20, 2004

Untuk Kuntum Melatiku


titik hujan basahi awan, mengiring lembayung senja
cericit burung malu-malu bersembunyi, di balik lenggak-lenggok dedaunan bunga matahari
perlahan awan mendung berpindah, membuka tabir mentari sore yang tadi sempat pergi

kupalingkan wajahku ke sudut kiri
ah, indahnya kepakan kupu-kupu sayap jingga bergores merah hati
sejuk mengguyur kerontang diri
kulangkahkan kaki, perlahan tapi pasti, hingga terhenti sendiri

:
mataku terpaut pada kuntum melati putih yang masih enggan menampakkan diri
namun bagiku ia tetap cantik dengan senyum tersipu itu, seakan tengah menanti kedatangan pangeran hati, yang siap memberinya cinta yang dinanti
dalam hening tiada pernah ia rasakan sepi

dari luar pun bagiku tetaplah engkau yang tercantik, anggun tak bertepi

ah, kuntum melatiku yang cantik
kau sungguh memberiku arti akan hening dan sunyi, di balik setiap sudut senyum dan kerling mata indahmu yang tersembunyi


bdg, juni '04

~ untuk kuntum melatiku yang cantik : Sekar ~

0 Comments:

Post a Comment

<< Home