Tuesday, May 30, 2000

Oase itu Fatamorgana


siang terik menyala, tajam cahya mentari di kepala. gontai kakiku kupijakkan, langkah terus kukuatkan
gurun pasir tandus ini kian ganas membakar diri

dari jauh kulihat sebuah mata air, oase jernih dengan beberapa batang kelapa. helai demi helai hijau daunnya lembut meliuk cantik di semilir anginnya
kukejar ia. dan terus kukejar. ingin kureguk meski hanya setetes penyegar. seolah terbayang sebuah gambar. pijakan kakiku pun kian tak sabar.

namun tiba-tiba... oase itu mendadak sirna. nyiur hijau nan indah pun kini tiada. yang kutemukan masih saja sama. pasir dan pasir dan pasir semata. dan hawa panas yang sungguh tiada terkira. seakan tak ada lagi yang istimewa.

kutelan kembali semua impian. semua khayalan. semua harapan. semua bayangan yang fatamorgana.
mata air tinggallah pasir. oase sejuk tinggallah redup. haus, kering, tandus.
gurun sahara ini seolah papa. oase itu ternyata hanyalah Fatamorgana....


bdg, Mei 2000

0 Comments:

Post a Comment

<< Home